Kamis, 10 Januari 2013

Contoh Laporan PKL SMK AP (Administrasi Perkantoran)



LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI/PKL
DI
PUSAT ARSIP KEMENTRIAN
ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
DiajukanUntukMelengkapiTugas-tugasdanUntukMemenuhiSyarat
MengikutiUjianNasional (UN)
TahunPelajaran 2013/2014


 
 LAMBANG SEKOLAH 





DisusunOleh : TRIYO ABDUL ROJAK

                          STUDY                    : Administrasi Perkantoran
                          PROGRAM             : Bisnis dan Manajemen




MOTTO
1.      Tidaklah sempurna suatu pekerjaan jikalau tidak diiringi dengan doa
2.      Ikhtiar, sabar serta tawakal kunci dalam meraih kesuksesa
3.      Raihlah cinta seseorang dengan kasih dan sayang, raihlah cinta kekasih dengan kasih sayang, tapi raihlah cinta allah dengan mensyukuri kasih sayangNya
4.      Teguh pendirian dan berpegang pada prinsip diri merupakan kunci menuju kesuksesan
5.      Pandai bukan berarti jago dalam matematika, fisika, kimia atau yang lainnya tetapi pandai yang sebenarnya adalah pandai dalam mengatur waktu dan memanfaatkan kesempatan yang ada
6.      Laki-laki bukan yang tampan, perempuan bukan yang cantik, tetapi mencari pasangan hidup pilihlah yang tampan dan cantik hati dan perilakunya
                                                                                                

PERSEMBAHAN
Penulisan dan penyusunan laporan hasil praktikum ini saya persembahkan kepada :
1.      Kedua orang tua yang telah merawat dan mendidik penulis dali lahir sampai saat ini serta atas nafkah yang selama ini mereka berikan sehingga penulis dapat tumbuh dan berkarya seperti sekarang ini
2.      Kakak dan adik tercinta, sebagai penyemangat dalam melewati hari-hari penulis baik dalam keadaan senang maupun sedih
3.      Teman-teman yang telah menemani dan bekerjasama dengan penulis dalam melewati tantangan selama dalam masa PKL
4.      Keluarga SMK Bina Karya Insan, tempat menimba ilmu penulis disegala pengetahuan, dari yang semula tidak tahu tentang kearsipan menjadi tahu serta masih banyak yang lainnya
5.      Pihak Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral yang telah menerima penulis untuk mempraktekan ilmu yang penulis miliki serta menuntut ilmu dalam pelaksanaan PKL




KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktek Kerja Lapangan ini. Pada dasarnya, tujuan dibuatnya Laporan Praktek Kerja Lapangan ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat dalam mengikuti Ujian Akhir Nasional dan Ujian Akhir Sekolah serta untuk melatih siswa/siswi membiasakan diri untuk membaca dan memahami keadaan lingkungan di luar sekolah penulis berharap dengan diselesaikan laporan ini, penulis dapat mengetahui lebih dalam mengenai dunia kerja/industri dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada kedua orang tua atas izinnya, bekal dan doa yang telah diberikan dalam pelaksanaan PKL. Sekolah serta Bapak/Ibu guru yang dengan suka rela memberikan ilmu serta dukungan, juga tak lupa kepada pihak Kementerin Energi dan Sumber Daya Mineral yang telah menyediakan tempat serta sarana dan prasarana selama dalam proses pelaksanaan PKL yang dilaksanakan pada tanggal 3 Desember sampai dengan 30 januari. serta teman-teman semua yang telah menemani hai-hari penulis dalam PKL.
            Penulis berharap semoga dengan terselesaikannya laporan ini dapat menjadi titik tolak penulis untuk menjadi lebih maju dan bersungguh-sungguh. Penulis juga berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca dalam menuju perubahan, Amin.
Sudah tentu kekurangan-kekurangan akan terdapat dalam laporan ini.
Karena itu, saran dan kritik yang sifatnya membangun dari setiap pembaca sangat penulis harapkan, demi kesempurnaan laporan ini
Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Tangerang,
30 Maret 2012
              Penulis,


              Triyo Abdul Rojak


      

DAFTAR ISI
BAGIAN PENGANTAR
Halaman Judul
Motto
Persembahan
Kata Pengantar
Daftar Isi
Abstraksi
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Prakerin/PKL
1.2  Pengertian Prakerin/PKL
1.3  Waktu Pelaksanaan Prakerin/PKL
1.4  Tujuan Prakerin/PKL
1.5  Manfaat Prakerin/PKL
BAB II TINJAUAN UMUM KEMENTRIAN ESDM
2.1  Sejarah Singkat Kementerian ESDM
2.2  Visi dan Misi Kementerian ESDM
2.3  Struktur Organisasi
2.4  Tugas dan Fungsi
2.5  Peraturan dan Tata Tertib
BAB III TINJAUAN KHUSUS
3.1 Kegiatan Prakerin 
3.2  Penjelasan Kegiatan
BAB IV PENUTUP
4.1  Kesimpulan
4.2  Saran
4.3  Penutup
4.4  Lampiran
DAFTAR PUSTAKA




ABTRAKSI
            Untuk menunjang kemampuan terhadap konsep PKL. Penulis telah melaksanakan apa yang ditugaskan oleh pejabat instansi tersebut dan penulispun telah mendapatkan pengalaman yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Adapun penulis telah mengetahui tentang Berkas – berkas tentang SPM LB.2, Arsip Tentang Perjalanan Dinas, Penulis Juga Mendapatkan Materi Tambahan Dari Pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dll.
            Ini hanya sedikit perincian saja dan akan penulis bahas pada bab hasil dan pembahasan.





BAB I
PENDAHULUAN
SMK BINA KARYA INSAN adalah suatu Lembaga Pendidikan Kejuruan yang mempunyai tugas untuk dapat menghasilkan siswa-siswi yang terampil dalam bidang pengusaan Bisnis dan Manajemen dalam dunia kerja, tangguh, berdedikasi tinggi serta mampu berinteraksi dalam dunia kerja.
Di dalam mencapai tujuan yang mulia tersebut, maka setiap siswa/siswi kami harus menguasai berbagai kemampuan dan keterampilan dasar, serta harus memiliki wawasan ilmu pengetahuan yang luas dalam Ilmu Bisnis dan Manajemen.
Agar dapat mencapai tujuan tersebut, maka salah satu cara adalah dengan menerjunkan siswa/siswi kami langsung pada dunia kerja yang sebenarnya. Praktek Kerja Industri ini dilaksanakan untuk menambah keterampilan dan pengetahuan siswa/siswi kami dalam setiap praktek dan menerapkan teori-teori yang telah penulis dapat pada objek secara langsung.
Pengaturan pelaksanaan Praktek Kerja Industri dilakukan oleh sekolah dengan mempertimbangkan kesediaan lembaga atau dunia kerja untuk dapat menerima siswa/siswi kami yang akan melaksanakan Praktek Kerja Industri. Struktur program kurikulum, kalender pendidikan pada tahun ajaran tersebut akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi keadaan setempat.
Dengan diadakannya Praktek Kerja Industri saat ini sangatlah baik dan berguna bagi setiap siswa/siswi SMK BINA KARYA INSAN mendapatkan suatu gambaran yang nyata di dalam menjajaki dunia kerja dan menerapkan apa-apa yang telah didapatkan dari akademi pada pekerjaan yang akan digeluti, sehingga bila mereka terjun ke dunia kerja tidak mendapatkan kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja dapat menerapkan keahlian profesi yang dimiliki.
1.1  LATAR BELAKANG
Pada saat ini sekolah kami dituntut untuk dapat lebih memahami teori yang didapat selama KBM di sekolah dengan mengenal dunia luar atau dunia kerja.
Oleh karena itu, dengan kurikulum yang diterapkan di sekolah-sekolah pada umumnya dan terutama di SMK Bina Karya Insan. Pada ahir semester dua ini siswa SMK Bina Karya Insan diwajibkan untuk mengikuti Prakerin (Praktek Kerja Industri).
Dimana dengan adanya PKL siswa dapat memperoleh pengalaman tentang dunia kerja dan siswa dapat menuliskan hasil Prakerin tersebut dalam bentuk laporan.
            Kegiatan PKL ini juga merupakan salah satu persyaratan di SMK dan begitu juga di SMK  Bina Karya Insan, agar siswa dapat membandingkan antara materi di sekolah dengan dunia kerja.
1.2  PENGERTIAN PRAKERIN/PKL
Prakerin adalah singkatan dari Praktek Kerja Industri, merupakan kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa/siswi yang menuntut ilmu di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dimana sebagian bekal untuk terjun langsung kedalam dunia kerja sesuai dengan program studi. Pelaksanaan prakerin ditentukan oleh pihak sekolah dan instansi perusahaan yang akan menerima siswa/siswi SMK yang melaksanakan Prakrin tersebut.
1.3  WAKTU PELAKSANAAN PRAKERIN/PKL
Pelaksanaan Praktek Kerja Industri ini dilaksanakan pada tanggal 3 Desember– 31 Januari 2013, di Pusat Arsip Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral.Lamanya waktu praktek kerja industri kurang lebih dua bulan.
1.4  TUJUAN PRAKERIN/PKL
Kegiatan Praktek Kerja Lapangan yang telah dilaksanakan untuk setiap siswa/siswi merupakan program keahlian yang tentunya mempunyai tujuan yang telah direncanakan dan diharapkan dapat dicapai oleh siswa.
Adapun tujuan penyelenggaraan Praktek Kerja Lapangan ini adalah untuk:
§  Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional dengan tingkat pengetahuan, dan etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja.
§  Memperkokoh Link and Match antara dunia pendidikan dengan dunia kerja.
§  Meningkatakan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan-pelatihan tenaga kerja yang berkualitas profesional.
§   Memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai bagian proses pendidikan.
§   Membekali siswa dengan pengalaman-pengalaman yang sebenarnya di dalam dunia kerja, sebagai persiapan guna menyesuaikan diri dengan dunia kerja dan masyarakat.
§   Siswa dapat meningkatkan rasa percaya dirinya, dalam memecahkan berbagai masalah atau kesulitan yang ditemuinya.
§   Untuk merealisasikan pengetahuan yang didapat dari sekolah dengan pekerjaan yang sebenarnya di perusahaan.
§   Memperluas pandangan dan wawasan siswa terhadap jenis-jenis pekerjaan yang ada di bidang bersangkutan dan di tempat praktek dengan segala persyaratan.
1.5 MANFAAT PRAKERIN/PKL
Setiap kegiatan yang dilakukan pasti memiliki manfaat, demikian pula dengan kegiatan praktek kerja lapangan yang telah selesai dilaksanakan. Adapun manfaat dari kegiatan praktek kerja lapangan yang telah penulis laksanakan adalah sebagai berikut
§  Keahlian professional yang diperoleh dari praktek kerja lapangan, dapat meningkatkan rasa percaya diri, yang selanjutnya akan mendorong untuk meningkatkan keahlian professional pada tingkat yang lebih tinggi.
§   Waktu tempuh untuk mencapai keahlian professional menjadi lebih singkat. Setelah lulus sekolah dengan praktek kerja lapangan, tidak memerlukan lagi waktu latihan lanjutan untuk mencapai tingkat keahlian siap pakai.
§   Melatih disiplin, tanggung jawab, inisiatif, kreatifitas, motivasi kerja, kerjasama, tingkah laku, emosi dan etika.
§   Menambah pengetahuan mengenai perusahaan milik pemerintah, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Kami PKL di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, memperoleh banyak pengetahuan mengenai berbagai berkas-berkas, dokumen-dokumen yang tersedia, dari seluruh kota di Indonesia .




NB: Tinjauan Umum Anda Dapat Menggantinya Menjadi Profil Tempat PKL

BAB II
TINJAUAN UMUM
SEJARAH KEMENTERIAN DAN
SUMBER DAYA MINERAL
2.1. SEJARAH SINGKAT
Bandung sejarah pertambangan dan energi di Indonesia dimulai dengan kegiatan pertambangan yang dilakukan secara tradisional oleh penduduk dengan seizin penguasa setempat seperti Raja ataupun Sultan.
Pada tahun 1602 Pemerintahan Belanda membangun VOC, mereka selain menjual rempah-rempah juga mulai melakukan perdagangan hasil pertambangan, pada tahun 1652 mulailah dilakukan penyelidikan berbagai aspek ilmu kealaman oleh para ilmuan dari Eropa. Pada tahun 1850 Pemerintah Hindia Belanda membentuk Dienst Van Het Mijnwejen (Mijnwezenn-Dinnas Pertambangan) yang berkedudukan di Batavia untuk lebih mengoptimalkan penyelidikan geologi dan pertambangan menjadi ter-arah.
Menjelang tahun 1920, sesuai dengan rencana Pemerintahan Hindia Belanda menjadikan Bandung sebagai Ibu Kota Hindia Belanda, maka dilakukan persiapan untuk memindahkan kantorMijnwejen ke Bandung. Department Burgerlijke Openbare Werken (Departemen Pekerjaan Umum) yang membawahi Mijnwezn dan menepati gedung Sate. Pada tahun 1922, lembaga Mijnwezen ini berganti namaDienst van den Mijnbouw.
Pada tahun 1982 Pemerintahan Hindia Belanda mulai membangun gedung Geologisch Laboratorium yang terltak di jalan Wilhelmina Boulevard untuk kanto Dienst van den Mijnbouw dan diresmikan pada tanggal 16 Mei 1929. Selanjutnya gedung ini dipergunakan untuk penyelenggaraan sebagian acara Pacific Science Congress ke IV.Gedung ini sekarang bernama Museum Geologi, yang beralamat di jalan Diponegoro No. 57 Bandung.
Selama perang dunia ke II, kerap digunakan sebagai tempat pendidikan Assistant Geologen Cursus (Kursus Asisten Geologi), dengan peserta hanya beberapa orang saja diantaranya, Raden Soenoe Soemosoesatro dan Arie Federerik Lasut. Dua orang pribumi itulah yang kemudian menjadi pegawai menengah pertama di kantor Mijnbouw sejak tahun 1941 yang kemudian hari menjadi  tokoh perjuangan dalam membangun kelembagaan tambang dan geologi Nasional.
Pada masa penjajahan Jepang (1942 – 1945) Mijnbouw dengan segala cara dan dokumennya diambil alih oleh Jepang dan namanya diganti menjadi Chisitsu Chosasho. Kantor chisitsu chosasho tidak dapat berbuat banyak karena ketiadaan tenaga ahli dan anggaran.Tenaga ahli Belanda pada awalnya masih dipertahankan tetapi kemudian diinternir, kecuali mereka yang di perlukan oleh Jepang.
Proklamasi  Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 mengantarkan perubahan yang sangat besar disegala bidang, termasuk bidang pertambangan. Setelah disiarkan melalui radio berita tentang proklamasi dapat diterima secara luas oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Pegawai pribumi di kantor Chisitsu Chosasho yang sebagian besar masih muda, menerima berita itu dan mereka langsung mempersiapkan diri unntuk mengambil langkah yang diperlukan.
Pada tanggal 25 September 1945 keluarlah pengumuman dan Pemerintah Pusat yang menyatakan bahwa semua pegawai negri adalah pegawai Republik Indonesia dan wajib menjalankan perintah dari Pemerintah Republik Indonesia. Dengan mengacu kepada perintah Pemerintahan pusat itu Komite Nasional Indonesia Kota Bandung yang baru terbentuk, pada tanggal 27 September 1945 malam mengumumkan lewat radio agar keesokan harinya semua kantor dan perusahaan yang ada di Bandung diambil alih dari kekuasaan Jepang.
Pada hari Jum’at pukul 11.00 Tanggal 28 September 1945, sekelompok pemuda di kantor Chisitsu Chosasho pun bertindak, mereka dipelopori oleh Raden Ali Tirtosoewirjo, A.F Lasut, R. Soenoe Soemosoesastro dan Sjamsoe M. Bahroem yang mengambil alih dengan paksa kantor Chisitsu Chosasho dari pihak Jepang, dan sejak saat itu nama kantor diubah menjadi Poesat Djawatan Tambang dan Geologi.
Keesokan harinya di bentuk Dewan Pimpinan Kantor yang terdiri dari tujuh orang, dan Raden Ali Tirtosoewirjo ditubjuk sebagai pimpinannya.Selang beberapa hari terjadi pergantian pimpinan, R. Soenoe Soemosoesastro yang semula menjabat sebagai wakil pimpinan.Diangkat menjadi pimpinan dan A. F Lasut sebagai wakilnya.Beberapa minggu kemudian, terjadi lagi pergantian pimpinan A. F. Lasut diangkat sebagai kepala Poesat Djawatan dan R. Soenoe Soemosoesastro sebagai kepala bagian geologi. Sebagai pimpinan A. F. Lasut pada tanggal 20 Oktober 1945 mengeluarkan pengumuman pertama bahwa semua perusahaan pertambangan ditempatkan dibawah pengawasan Poesat Djawatan Tambang dan Geologi.
Tiga bulan kemudian, pada tanggal 12 Desember 1945 sebagian kantor Poesat Djawatan Tambang dan Geologi dipindahkan ke gedung Onderling Belang di Jl. Braga No. 3 dan No. 8 Bandung. Karena terdesak oleh datangnya pasukan Belanda bersama pasukan sekutu.Kantor Poesat Djawatan Tambang dan Geologi pun diduduki oleh pasukan Belanda.
Akibat serangan pasukan Belanda yang semakin gencar, pada tanggal 23 Maret 1946 kegiatan Poesat Djawatan Tambang dan Geologi pindah dari Bandung ke Tasikmalaya, kemudian ke Magelang dan Tirtomoyo. Sedangkan yang masih tinggal di Tasikmalaya, pada tanggal 6 Desember 1946 menyusul mereka yang lebih dahulu mengungsi keJawa Tengah.Keterbatasan dalam sarana kerja, memaksa Borobudur, Muntilan Dukum dan Srumbung di kaki Gunung Merapi. Untuk mempermudahkan  hubbungan dan menhimpun kembali para pegawai itu maka terbitlah Surat Keputusan Menteri Muda Kemakmuran NO.902/T.O/J.O tanggal 20 November 1947, yang memerintahkan agar kantor Poesat Djawatan Tambang dan Geologi dan bagian-bagiannya pindah kebeberapa tempat di Yogyakarta.
Selama perang kemerdekaan Desember 1945 – Desember 1949, Kantor Poesat Djawatan Tambang dan Geologi dalam pengungsian dan berpindah-pindah, untuk mengembangakan Poesat Djawatan Tambang dan Geologi A. F Lasut bersama dengan R. Soenoe Soemosoesastro membuka sekolah Pertambangan-Geologi Tinggi (SPGT), Sekollah pertambangan Geologi Menengah (SPGM), dan sekolah Pertambangan – Geologi Pertama (SPGP).
A.F. Lasut sebagai orang muda memiliki sifat tegas, menolak bekerjasama dengan Belanda. Pada waktu Yogyakarta diduduki pasukan Belanda itulah A.F. Lasut pada pagi hari tanggal 7 Mei 1949 diculik oleh pasukan Belanda dari Tiger Brigade dari kediamannya di Pugeran, dibawa dengan jip kearah Kaliurang, dan kemudian dibunuh didaerah Sekip. Yang sekarang masuk lingkungan kampus Universitas Gajah Mada.Dan atas jasa-jasanya A.F Lasut kemudian dianugrahi gelar pahlawan Kemerdekaan Nasional dengan keputusan Presiden Republik Indonesia No_012/TK/Tahun 1969 tanggal 20 Mei 1969. Dengan ditetapkannya A.F. Lasut sebagai pahlawan Kemerdekaan Nasional, maka memperkuat landasan bahwa pengambil alihkan kantor Chisitsu Chosasho pada tanggal 28 September 1945 merupakan peristiwa heroik yang penting bagi sektor pertambangan dan Energi. Pada tanggal 28 September 1945 juga terjadi pengambil alihan kantor Jawa Denki Koza (Perusahaan Listrik Jawa) secara pakksa oleh para pemuda.
Dalam menetapkan hari jadi Penambangan dan Energi, Menteri ESDM menerbitkan keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No.1319 K/73/MEM/2006 tentang tim penyusunan buku sejarah Pertambangan dan Energi kemudian diperbarui dengan keputusan No. 0147 K/MEM/200R tanggal 14 Februari 2008.
Setelah tim melakukan kajian disektor Peratambangan dan Energi ditemukan beberapa hal penting, yaitu : pertama, 28 September 1945, kedua 7 Mei 1949, ketiga 22 Februari 1952, keempat 14 Oktober 1960, kelima 2 Desember 1967, keenam 27 Oktober 1945, ketujuh 3 Oktober 1953, kedelapan 5 Oktober 1945, kesembilan 26 Oktober 1960 (peristiwa pada tanggal tersebut termuat dalam buku Sejarah Pertambangan dan Energi).
Penetapan hari jadi Pertambangan dan Energi diputuskan dalam rapat pimpinan (Rapim) DESDM yang berlangsung pada tanggal 1 November 2007 di Badan Geologi Bandung, diikuti oleh para Pejabat Eselon I dan II DESDM dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
Berdasarkan hasil penetapan tersebut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menyampaikan surat kepada Presiden No.1349/04/ME~LS/2008 tanggal 26 Februari 2008 mengusulkan hari jadi Pertambangandan Energi untuk ditetapkan dalam keputusan presiden Republik Indonesia nomor 22 tahun 2008 tanggal 27 September 2008 ditetapkan hari jadi Pertambangan dan Energi adalah tanggal 28 September.
2.2  VISI DAN MISI KESDM
VISI
Terwujudnya ketahanan dan kemandirian energi serta peningkatan nilai tambah energi dan mineral yang berwawasan Iingkungan untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.
MISI
  1. Meningkatkan keamanan pasokan energi dan mineral dalam negeri.
  2. Meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap energi, mineral dan informasi geologi.
  3. Mendorong keekonomian harga energi dan mineral dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat
  4. Mendorong peningkatan kemampuan dalam negeri dalam pengelolaan energi, mineral dan kegeologian.
  5. Meningkatkan nilai tambah energi dan mineral.
  6. Meningkatkan pembinaan, pengelolaan dan pengendalian kegiatan usaha energi dan mineral secara berdaya guna, berhasil guna, berdaya saing, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
  7. Meningkatkan kemampuan kelibangan dan kediklatan ESDM
  8. Meningkatkan kualitas SDM dan ESDM
  9. Melaksanakan good governance


2.3 STRUKTUR ORGANISASI KEMENTRIAN ENERGI DAN SUMBER
DAYA MINERAL
Ketua ESDM…
Sekretaris……….
Bendahara……
……………..
…………………
SARAN DARI SAYA :
AGAR KELIHATAN LEBIH RAPI  STRUKTUR MENGGUNAKAN BAGAN OKE……..


2.4 TUGAS
Membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral.
FUNGSI
  1. Perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; 
  2. Pelaksanaan urusan emerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral;
  3. Pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen;
  4. Pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen
  5. Penyampaian laporan hasil evaluasi, saran dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.
2.5 PERATURAN DAN TATA TERTIB
            Peraturan dan tata tertib di kementrian ESDM dalam melaksanakan Prakerin Sebagai berikut :
1.      Datang ketempat Prakerin tepat waktu pada pukul 07.30 WIB mengikuti apel pagi dan pulang pukul 12.00 WIB.
2.      Memakai yang sopan, rapih dan seragam dalam berpakaian, bagi wanita dapat memakai jilbab.
3.      Meminta izin apabila ingin keluar dari ruangan dan bila berhalangan hadir. Setiap Jum’at memakai pakaian olahraga dan mengikuti kegiatan olahraga. Kemudian dilanjutkan masuk diruangan untuk melaksanakan kegiatan kerja dengan menggunakan pakaian seragam.



BAB III
TINJAUAN KHUSUS
1.1  KEGIATAN PRAKERIN/PKL
TANGGAL
KEGIATAN
03 Desember 2012
Pembukaan Prakerin
04  – 05 Desember 2012
Memilahan Arsip dan Non Arsip
06  – 10 Desember 2012
Mengelompokan dan Identitas Arsip
11 – 13 Desember 2012
Mendeskripsikan Arsip
14 – 15 Desember 2012
Manuver
18 – 26 Desember 2012
Membuat Daftar Arsip Sementara
27 – 03 Januari 2013
Mengentri DPAS ke Komputer
04 – 07 Januari 2013
Memilah Arsip dan Non Arsip
08 – 11 Januari 2013
Mengelompokan dan Identitas Arsip
14 – 16 Januari 2013
Mendeskripkan Arsip
17 – 18 Januari 2013
Manuver
21 – 25 Januari 2013
Membuat Daftar Arsip Sementara
28 – 31 Januari 2013
Mengentri DPAS ke Komputer
1 Februari 2013
Penutupan Prakerin

1.2  PENJELASAN KEGIATAN (Anda dapat Menggantinya Dengan Materi di Tempat PKL)
a.       Menurut UU No.43 ahun 2009 Tentang Arsip, arsip adalah rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara, pemerintahan daerah, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan perseorangan dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
b.             Non arsip adalah naskah atau catatan yang diluar dari kegiatan atau tidak memiliki nilai guna dan tidak mempunyai arti, contohnya : majalah atau bulletin dan map.
c.            Klasifikasi arsip adalah pengelompokan arsip berdasarkan urusan/masalah yang disusun secara logis dan sistematis berdasarkan fungsi dan kegiatan instansi yang menciptakannya.
d.   Pendeskripsian adalah kegiatan penulisan tanda pengenal arsip sesuai dengan urusan/masalah, tahun, penerbit, unit pencipta dan isi ringkas arsip.
Delapan Unsur Pendeskripsian :
1.      Inisial Pelaksana
2.      Unit Pencipta
3.      Kode Klasifikasi
4.      Judul Berkas/Indeks
5.      Isi Ringkas
6.      Tahun Penerbit
7.      Tingkat Pelaksanaan
8.      Jumlah Berkas
e.             Manuver adalah pengelompokan arsip berdasarkan tahun penerbit.
f.                DPAS adalah Daftar Pencarian Arsip Sementara di kertas DPAS sebelum di      Entri ke computer dan menjadi DPA (Daftar Pencarian Arsip) sehingga mudah ditemukan.
g.              Entri data ke computer adalah kgiatan memindahkan data dilembar DPAS ke computer sehingga menjadi Daftar Pencarian Arsip yang tetap atau asli.
h.          Tujuan dari penataan arsip adalah untuk mempermudah penemuan kembali arsip dan menyajikan secara cepat, tepat dan lengkap saat dibutuhkan kembali.
i.                    Media yang digunakan untuk penyimpanan arsip :
1.      Ticler file
2.      Rotary file
3.      Rool o’pact
4.      Rak laci kartu
5.      Hanging folder
6.      Rak arsip
7.      Drawing tube
8.      Filling cabinet
9.      Ordner
10.  Lemari arsip
11.  Folder
12.  File folder
13.  Dus/box arsip






BAB IV
PENUTUP

4.1 KESIMPULAN
Kegiatan Praktek Kerja Industri merupakan kegiatan yang sangatbermanfaat bagi siswa dan siswi, dan dapat mengenal lebih jauh bagaimana cara bekerja dilapangan sesuai keahlian masing-masing siswa. Sehingga siswa dapat melihat gambaran mengenai kagiatan bidang usaha dimasa yang akan datang, serta siswa-siswi mengetahui standar kompetensi yang akan dijadikan peluang kerja dan kesempatan kerja.
Dalam dunia usaha dibutuhkan kedisiplinan yang cukup baik, instansi-instansi biasanya memerlukan karyawan yang disiplin, terampil, rajin dan cerdas.
Pada praktek kerja Industri ini diperlukan keahlian yang cukup. Selama penulis melaksanakan Prakerin (Praktek Kerja Industri) di Kementerian ESDM khususnya di pusat kearsipannya, penulis merasa bangga bisa mendapatkan Ilmu yang belum pernah penulis dapatkan sebelumnya serta memperoleh banyak pengalaman.
Tujuan lain Prakerin (Praktek Kerja Industri) adalah menambah wawasan yang luas bagi siswa dan siswi, terutama dalam bidang yang di tempatinya. Adapula tempat yang disukai yakni diruangan pemilahan arsip, penulis bisa belajar dan dapat mengetahui yang belum penulis dapatkan selama ini, terutama pengetahuan tentang berbagai arsip yang tersedia.
Praktek Kerja Industri telah terlaksana dengan baik, dengan program keahlian masing-masing tanpa halangan apapun dan penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada Kementerian ESDM yang telah bersedia menerima penulis apa adanya untuk melaksanakan Prakerin (Praktek Kerja Industri) dan bersedia mendampingi penulis selama Prakerin berlangsung.
4.2 SARAN
            Semoga hubungan antar pegawai tetap terjaga dan saling bekerjasama dalam mencapai tujuan bersama, semoga para siwa dan siswi mendapatkan banyak pelajaran dan memiliki motivasi untuk tujuan dimasa depannya dan para guru pembimbing dapat memberikan arahan juga perhatian untuk para siswa dan siswi prakerin.
     4.3 PENUTUP
Dengan segenap kekurangan dan keterbatassan yang dimiliki, penulis menyarankan bagi semua pembaca khususnya siswa-siswi SMK Bina Karya Insan terutama adik kelas agar lebih bersemangat dan  bersungguh-sungguh dalam melaksanakan program yang diadakan disekolah dan bagi semua teman seperjuangan agar tetap bersemangat dan berjuang dalam mengembangkan potensi diri dan menjaga nama baik sekolah.
Sebuah karya pasti mempunyai kelebihan dan juga kelemahan, penulis merasa bahwa karya yang telah dibuat ini masih banyak kekurangannya oleh karena itu penulis senantiasa mengharapkan saran dan kritik yang dapat membangun semangat kami agar dapat membuat yang lebih baik dari sebelumnya. Untuk saran dan kritiknya dapat menghubungi sekolah atau pihak yang bersangkutan.
Sebagai kata penutup dalam penulisan tugas ahir ini,  penulis panjat puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat-Nya sehingga dengan penuh kesabaran, ketabahan, dan jerih payah penulis dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik. Semoga apa yang telah penulis paparkan dalam tugas ahir ini dapat bermanfaat bagi diri penulis khususnya dan pembaca pada umumnya. Hanya kepada Allah lah segalanya penulis kembalikan, sebab di tangan-Nyalah sumber segala kebenaran.Bila ada sedikit kebenaran dalam tugas ahir ini semata-mata datangnya dari Allah SWT.
            Demikianlah penulisan laporan ini dibuat, semoga bermanfaat.Selaku penulis mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu penulis dalam kegitan ini.Hanya ini yang dapat penulis susun selama melakukan kegiatan prakerin di Pusat Arsip Kementrian ESDM.



        4.4 LAMPIRAN
- Lampiran brisi Foto-foto selama PKL
- foto tempat PKL
- foto kariyawan di tempat PKL
- foto kegiatan PKL
- foto bersama staf/kariyawan di tempat PKL



DAFTAR PUSTAKA






                                                                                                             

7 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
    2. @tryo_abdul (twitter)
      triyo abdul r (facebook)
      https://www.facebook.com/triyo.abdul.1

      Hapus
  2. Terimakasih informasinya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kembali kasih.. :)
      ma'af kalo contoh laporannya masih acak"kan heheheh
      masihbelajar juga :)

      Hapus
  3. TERIMAKASIH BANYAK sudah membantu siswa/i kami dalam menyelesaikan tugasnya

    BalasHapus
  4. sederhana sekali ya untuk tingkat SMK
    terimakasih sudah mau berbagi informasi

    BalasHapus